Objective Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan merupakan upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan memperhatikan lingkungan. Jenis pembangunan ini memang ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat, namun tetap berorientasi pada masa depan. Dengan demikian, pembangunannya diharapkan tidak memengaruhi kondisi alam maupun lingkungan secara buruk. Pembangunan berkelanjutan memiliki sejumlah karakteristik dan sasaran. Apa sajakah itu?

Karakteristik pembangunan berkelanjutan

Ada lima karakteristik pembangunan berkelanjutan, yakni:

  1. Tiap tindakan harus memperkirakan dampak kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup
  2. Mendorong perilaku manusia yang mendukung pemanfaatan dan manajemen sumber daya alam secara berkesinambungan
  3. Menjunjung tinggi rasa tanggung jawab terhadap alam, berperan aktif dalam menjaganya.
  4. Peningkatan kualitas manusia dimaksudkan agar manusia memiliki pengetahuan, kemampuan berdaya saing untuk menguasai teknologi, juga memanfaatkan alam secara efisien dan bertanggung jawab
  5. Intervensi kebijakan dan fokus kegiatan saling memperhatikan keterkaitan antartujuan.

Sasaran pembangunan berkelanjutan Pembangunan berkelanjutan memiliki enam sasaran penting, yaitu: Pemerataan manfaat hasil pembangunan antargenerasi (intergenerational equity) Pemanfaatan sumber daya alam yang ditujukan untuk kepentingan pertumbuhan, perlu memperhatikan batas yang wajar dalam kendali ekosistem atau sistem lingkungan. Pembangunan ini juga harus diarahkan pada sumber daya alam yang replaceable, dan seminimal mungkin melakukan eksploitasi sumber daya alam yang unreplaceable.

Safeguarding Pengertian Dan Tujuannya

Safeguarding Artinya manusia perlu melakukan pengamanan terhadap kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup yang ada. Ini juga perlu ditindaklanjuti dengan pencegahan terjadinya gangguan ekosistem dalam rangka “meminjam” kualitas kehidupan yang tetap baik bagi generasi mendatang. Pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam Manusia perlu memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pemanfaatan yang berkelanjutan antargenerasi. Mempertahankan kesejahteraan rakyat yang berkelanjutan, baik di masa kini maupun masa mendatang (inter-temporal). Mempertahankan manfaat pembangunan atau pengelolaan sumber daya alam serta lingkungan yang mempunyai manfaat jangka panjang antargenerasi. Menjaga mutu maupun kualitas kehidupan manusia antargenerasi sesuai habitatnya.

Istilah pembangun berkelanjutan muncul dalam World Conservation of Nature oleh salah satu pakar, Lester R Brown. Dikutip dari buku Relasi dengan Dunia: Alam, Iptek, dan Kerja (2005) oleh Antonina Panca Yuni Wulandari, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan untuk memenuhi kebutuhan oleh generasi sekarang tanpa membahayakan kesanggupan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Setiap generasi harus mewariskan lingkungan hidup yang sehat dan utuh, dengan sumber daya alam yang cukup bagi generasi berikutnya. Dengan pembangunan berkelanjutan, peluang masa depan terkait pertumbuhan antara generasi satu dengan yang lain akan tetap sama. Terlebih dalam ketersediaan sumber daya alam yang memadai.

Pembangunan berkelanjutan juga berpegang teguh kepada beberapa prinsip tertentu. Berikut lima prinsip utama dari pembangunan berkelanjutan, yaitu:

Equity

(pemerataan) Pemerataan atau equity merupakan target utama dari pembangunan berkelanjutan karena diharapkan dapat mengecilkan kesenjangan ekonomi dan sosial di masyarakat. Selain itu, dengan berpegang pada prinsip pemerataan, semua anggota masyarakat mendapatkan, kesempatan yang seimbang.

Ekonomi

Prinsip pembangunan berkelanjutan dari sisi ekonomi memberikan fokus lebih pada peningkatan keterampilan pekerja yang meningkatkan daya saing. Meningkatnya daya saing dalam mendapatkan pekerjaan layak dan pendapatan yang lebih baik menimbulkan peningkatan kinerja infrastruktur dasar (properti, sistem air, dan sejenisnya), serta pada infrastruktur informasi.

Energi

Penghematan energi menjadi bagian dari pembangunan yang berkelanjutan. Salah satu penerapannya adalah mengoptimalkan pembangunan bangunan dengan pencahayaan alami sebanyak mungkin. Pemakaian energi harus dilakukan secara hemat untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan untuk menghemat energi, yaitu: Menggunakan energi yang dapat diperbaharui secara optimal Menghemat penggunaan sumber-sumber energi yang tersedia Memprioritaskan pembangunan transportasi massal

Ekologi

Ekologi atau lingkungan harus dilestarikan selama melaksanakan pembangunan berkelanjutan. Agar pelestarian lingkungan dapat dilakukan dengan maksimal, maka dapat dilakukan hal-hal seperti: Menggunakan lahan campuran dengan maksimal Memperhatikan keberadaan ruang terbuka hijau Sistem transportasi dan pembangunan saling terhubung Membatasi pemekaran kota secara berlebihan

Baca terus berita update pembagungan Negara Republik Indonesia Dari Laman https://binamargadki.net/